Nasib Tak Disayang !! Karena Tak Sederajat, Menantu Ini Terima Perlakuan Mengejutkan Dari Mertua!!

Nasib Tak Disayang !! Karena Tak Sederajat, Menantu Ini Terima Perlakuan Mengejutkan Dari Mertua!!

Nasib Tak Disayang !! Karena Tak Sederajat, Menantu Ini Terima Perlakuan Mengejutkan Dari Mertua!! - Hallo Pembaca Setia Cantik Berhijab News, Pada sharing info yang bermanfaat kali ini yang berjudul " Nasib Tak Disayang !! Karena Tak Sederajat, Menantu Ini Terima Perlakuan Mengejutkan Dari Mertua!! ", saya telah memberikan info terbaru dan yang sedang dibicarakan di jagat sosial media. Semoga isi postingan info yang saya tulis ini dapat bermanfaat untuk kalian semua. okelah, ini dia infonya.

Nasib Tak Disayang !! Karena Tak Sederajat, Menantu Ini Terima Perlakuan Mengejutkan Dari Mertua!!

Sungguh malang nasib wanita ini, karena dia tak sederajat dengan suaminya hingga ia mendapat perlakukan tak layak dari sang mertua.
Seperti kisah nyata yang terjadi di Malaysia baru-baru ini. Dikutip dari Thereporter, kejadian itu menimpa wanita cantik yang bekerja sebagai perawat.

Berikut ceitanya.
Alhamdulillah dengan izin Allah, dalam keluarga saya semua berhasil. Ayah dosen di salah satu universitas tanah air dan sudah pensiun. Ibu juga merupakan seorang dosen dan masih bertugas. Dua orang kakak saya adalah insinyur dan saya pula pharmacist (Apoteker). Adik lelaki dokter dan adik perempuan dokter hewan.
Jodoh ayah dan ibu tak pernah tentukan.
Kami cari sendiri dan alhamdulillah sejauh ini ayah dan ibu restu. Karir pasangan kami, sama dengan kami.
Tiba satu hari, adik saya, Boy, yang bekerja sebagai dokter menyatakan isi hatinya kepada kami saat kami sekeluarga berkumpul minum di sore hari. Jarang dapat berjumpa mengingat semua sibuk.

Maka kesempatan ini Boy tidak disia-siakan. Dia mengungkapkan isi hatinya menyukai seorang wanita.
Kami semua gembira untuk Boy kecuali ibu. Semua setelah ibu tanya,
"Apakah dokter sama seperti ditempat bekerja Boy," tanya ibu
Dengan wajah yang gembira dan dalam keadaan tenang, Boy jawab, "Bukan, dia perawat. Akhlak dia baik. Selalu senyum meskipun lelah. Boy ketemu sekali dia, dia shift malam dan jam 4 pagi pun masih senyum pada pasien. Dia pandai masak. Boy ketemu hari raya hari itu, dia ada bawa rendang. Teman kerja pun kata dia lemah lembut orangnya," tutur Boy mengungkap isi hatinya

Sejujurnya kami tidak masalah kecuali ibu.
"Perawat ini bekerja shift. Nanti siapa nak jaga anak? Cari yang lainlah Boy. Banyak lagi orang solehah. Dokter pun ada soleha," ucap ibu
Sedih saya melihat wajah satu-satu adik lelaki saya. Dia sangat taat dengan ibu. Kami tidak ingin memperkeruh keadaan. Kalau ibu kata A, maka A dan jangan berani ubah jadi B.
Sejak dari itu, Boy tidak ceria seperti biasa. Dia selalu duduk dalam kamar, habiskan waktu dengan mengaji.

Tapi Boy masih lagi ngobrol-chatting dengan ibu, cuma tidak seseronok dulu. Mungkin Boy cari ketenangan dan kekuatan. Kuatnya Boy sembunyikan kesedihannya.

Takdir Allah, jodoh Boy dengan perawat itu juga.
Alhamdulillah. Ibu restu meskipun paksa rela. Dapatlah saya adik ipar bernama Ika.
Betul kata Boy, Ika baik akhlaknya. Pandai memasak. Kalau ibu tidak pergi masjid, Ika imamkan ibu di rumah.

Kami bersyukur Ika sudi duduk dengan ibu, bisa tengok-tengokkan ayah dan ibu.
Setelah dua tiga bulan, kami terlihat jelas ibu masih belum dapat menerima Ika.
Kelihatan jelas, tiba-tiba makanan Ika masak tak sedap di tenggorokan ibu. Tidak mau jadi makmum Ika lagi.
Sanggup pergi masjid meskipun kurang sehat. Tapi Ika hanya diam dan selalu senyum.
"Tidak apa, orang tua, biasalah. Di rumah sakit pun macam itu," ucap Ika
Tabahnya hati Ika, perangai sama seperti Boy. Memang patut mereka berjodoh.
Satu hari diizinkan Allah, kami buat acara aqiqah untuk anak kedua abang Fadil.
Tapi naas malam itu kami dapat musibah, ibu kena serangan stroke. Mungkin terlampau capek dan ditambah darah tinggi.

Setelah seminggu kami bergiliran menjaga ibu di bangsal rumah sakit termasuk Ika, tapi kami tak bisa cuti lama.
Akhirnya kami jaga pun sekadar menunggu. Kebetulan saya bertugas di rumah sakit yang sama dengan Boy dan Ika.
Semua tugas mengganti popok, memandikan semua perawat yang uruskan.
Ika habis shift sebelum balik rumah, akan jenguk ibu dan tukarkan popok.
Kadang-kadang kalau Boy lapang, Boy akan buat sama-sama dengan Ika. Ika memberi tahu mengganti popok orang dewasa pada Boy. Kadang-kadang habis shift malam, tak sempat ganti baju, Ika dah datang.

Satu hari kebetulan Ika off day. Saya makan siang. Popok ibu dah penuh, Ika mau menggantinya tapi ibu tak izinkan.
"Kau bukan anak aku. Biar anak aku yang buat. Nana! ganti popok ibu ni. Tak nyaman! Perawat semua malas!"
"Ibu, tak baik kata macam itu. Perawat sibuk. Biar Nana buat dengan Ika ye."
Ika hanya diam dan berhenti membanti ibu.
"Ibu, tidak baik bicara seperti pada Ika," kataku
"Ibu, kalau ibu tidak anggap Ika ini anak, ibu anggap saja Ika ini perawat yang ibu tak kenal, okey? 
Ibu nak Ika telpon abang Faiz dan abang Fadil di Kuala Lumpur? Nak menantu ibu yang lain datang dari Kuala Lumpur kesini? Nak Ika telpon Boy suruh datang kesini? Dia hari ini sibuk. Biarkan Ika bantu dengan Kak Nana ye, "kata Ika.

Ibu diam setelah itu, sampai selesai semuanya. Saya menangis. Anak ibu yang sukses tak mampu nak ubah popok ibu. Tak mampu jaga ibu seperti mana Ika jaga.
Kalau Boy tahu ibu lempar kata-kata seperti itu pada Ika, harus luluh hati dia. Tabahlah Ika, tabahlah Boy. Kak Nana hanya mampu mendoakan kesejahteraan kamu berdua.
Semoga Allah buka pintu hati ibu untuk menerima Ika sama seperti menantu yang lain. Doakan ibu kami cepat sembuh.

sumber: palembang.tribunnews.com



Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Nasib Tak Disayang !! Karena Tak Sederajat, Menantu Ini Terima Perlakuan Mengejutkan Dari Mertua!!