Seorang Kakak Rela Banting Tulang Selama 18 Tahun Demi Adiknya, Namun Pada Hari Pernikahaan Adiknya, Ia Malah Tak Di Undang. Alasannya Bikin Melonggo!

Seorang Kakak Rela Banting Tulang Selama 18 Tahun Demi Adiknya, Namun Pada Hari Pernikahaan Adiknya, Ia Malah Tak Di Undang. Alasannya Bikin Melonggo!

Seorang Kakak Rela Banting Tulang Selama 18 Tahun Demi Adiknya, Namun Pada Hari Pernikahaan Adiknya, Ia Malah Tak Di Undang. Alasannya Bikin Melonggo! - Hallo Pembaca Setia Cantik Berhijab News, Pada sharing info yang bermanfaat kali ini yang berjudul " Seorang Kakak Rela Banting Tulang Selama 18 Tahun Demi Adiknya, Namun Pada Hari Pernikahaan Adiknya, Ia Malah Tak Di Undang. Alasannya Bikin Melonggo! ", saya telah memberikan info terbaru dan yang sedang dibicarakan di jagat sosial media. Semoga isi postingan info yang saya tulis ini dapat bermanfaat untuk kalian semua. okelah, ini dia infonya.

Seorang Kakak Rela Banting Tulang Selama 18 Tahun Demi Adiknya, Namun Pada Hari Pernikahaan Adiknya, Ia Malah Tak Di Undang. Alasannya Bikin Melonggo!

Terdapat sebuah desa kecil di barat daya China. Ada lebih dari 20 keluarga yang tinggal di desa tersebut. Rata-rata
penduduk disana tergolong menengah ke bawah. Namun, jika disebutkan diantara penduduk disana yang paling sulit adalah dua bersaudara kakak-adik yang bernama Li MingQiang dan Li MingCui. Sejak kecil, kedua orang tua mereka sudah meninggal. MingQiang sama sekali tidak pernah melihat orang tuanya. Dari sejak kecil dia sudah dirawat oleh satu-satunya anggota keluarga yang dimilikinya, yaitu kakaknya. Meski, mereka menjalani kehidupan yang sangat pahit, namun MingCui, kakaknya selalu menyisikan barang yang bagus untuk MingQiang.
MingCui bersama orang-orang di desa pergi keluar bekerja. Hasilnya pun tidak seberapa, hanya cukup-cukup saja untuk keperluan hidup. Ia menggunakan uang yang tidak seberapa ini untuk MingQiang agar bisa mengeyam pendidikan. MingCui percaya bahwa, di masa depan, jika memiliki wawasan, kelak bisa merubah kehidupan mereka menjadi lebih baik.

Dengan cara ini, kakaknya tetap teguh membesarkan saudaranya MingQiang selama 18 tahun. MingQiang lulus dari sekolah menengah atas dengan nilai yang biasa juga. MingQiang tidak mengabarkan MingCui jika ia ingin bekerja sampingan. Ming Cui sangat marah dan meminta MingQiang untuk kembali kuliah. Ming Qiang tetap dengan pendiriannya dan bahkan berkata seperti ini: " Jika kakak memaksa saya kembali berkuliah. Saya hanya jadi bahan tawaan teman saya. Memang kakak mampu membayar uang sekolah saya, tapi saya tidak berani keluar dan bergaul dengan teman sekelas saya. Karena saya tidak punya uang! Kakak tidak mengerti perasaan saya sama sekali. Nah sudahlah, sampai disini saja percakapan ini dan lebih baik saya tidak kembali ke tempat itu ! "
Selesai itu MingQiang langsung menutup telepon. Di sisi telepon lain, menyisakan MingCui yang terpaku diam di depan telepon. Dia, dia benar-benar tidak menyadari jika adiknya memiliki pandangan seperti itu.
Akhirnya, setelah lima tahun berlalu adiknya kembali ke desa. Inilah untuk pertama kalinya ia kembali setelah begitu lama berkelana di luar. Tapi kali ini yang bikin syok adalah adiknya kembali dengan membawa mobil mewah dan dilengkapi bodyguard


Tidak mungkin MingQiang menghabiskan lima tahun bekerja di luar langsung dapat mencapai hasil seperti itu, meskipun ia bekerja begitu keras sekalipun. Tapi, dia memiliki "keberuntungan" yang bagus, di mana ia menyelamatkan seorang bos yang mempunyai perusahaan besar. Bos itu tidak memiliki anak satupun, lalu mengangkatnya sebagai anak tiri. Setelah bos itu sakit hingga meninggal, kira-kira setahun yang lalu, pabrik dan perusahaan ayah tirinya diwariskan kepada MingQiang. Seketika MingQiang pun menjadi orang kaya. Saat baru tiba di kampung halamannya, ia tampil luar biasa sombong. Ia memberikan pengawalnya satu per satu hadiah, terutama mantan teman sekelasnya. Pemberiannya ini hanya ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa dia bukan lagi anak malang.

Pak Kades berkata kepadanya: "Sekarang kamu sudah hebat, tapi satu-satunya sosok yang paling harus kamu berterima kasih adalah Ming Cui, tahukah kamu, bahwa Ming Cui bisa ..." Sebelum dia menyelesaikan perkataannya, dia dihentikan oleh Ming Cui: "Pak Kades!"
Lalu MingQiang berkata: "Keuletan kakakku? Hahaha! Tak ada yang lain, dia hanya bisa membuatku ditertawakan oleh orang lain."
Kepala desa: "Kamu ......" Setelah melihat MingCui, Pak Kades tak jadi mengatakan apapun.
MingQiang segera memerintahkan membangun sebuah rumah baru yang begitu besar dan indah. Tentu saja banyak orang di desa ini sangat iri. Selesai dibangun, MingQiang berkata kepada MingCui: "Rumah kosong nan jelek yang ditinggalkan ayah dan ibu itu milikmu dan aku tidak akan meminta bagianku. Ini uang sebesar 50.000 yuan, saya kembalikan untukmu." MingQiang langsung pergi setelah berkata seperti itu. Disana, tinggal MingCui sendirian berdiri terpaku memegang uang 50.000Yuan itu.
Sejak saat itu, keduanya, baik MingCui dan Ming Qiang seperti orang asing. MingQiang pasti sudah mengabaikan MingCui dan MingCui sama sekali tidak berani mencari keberadaan MingQiang. Penduduk desa hanya bisa terdiam melihat kondisi kakak-beradik ini. Sekarang siapa yang berani menggangu MingQiang yang sudah menjadi bos besar.

Kepala desa berkata kepada MingQiang: "Apa yang kamu katakan tadi memang tidak ada salahnya. Sebenarnya kamu memang seorang anak anak yatim piatu! Dia, MingCui, bukan kakak kandungmu. Awalnya, penduduk desa menemukan sebuah bungkusan kain di depan jalan masuk ke desa. Semua orang di desa tahu kamu adalah anak yang dibuang. Lalu, semua penduduk disini tidak ada yang kaya dan tidak ada yang berani merawat kamu. Namun, ada seorang anak yatim berumur 12 tahun, yaitu MingCui. Dialah yang merangkulmu saat masih kecil dan seketika kamu tidak merengek lagi.
Setelah itu, MingCui membawa kamu pulang ke rumahnya. Soal namamu itu, saya yang membantu kakakmu menamainya. Saya sudah membujuk kakakmu untuk tidak membesarkan dirimu, karena hidupnya sendiri saja sudah cukup sulit. Tapi, ia [MingCui] bersikeras untuk tetap merawatmu.
Saat itu, ia berkata : dia yatim piatu, saya juga yatim piatu, kalau kita berdua bersama maka kami bukan anak yatim piatu lagi. Sejak ia memutuskan membesarkanmu, ia telah berhasil membersarkanmu sampai sekarang.
Apakah kamu masih ingat saat kamu baru keluar mencari kerja? Itu karena MingCui yang memohon orang itu agar kamu dipekerjakan disana. Ia masih menyetor uang kepada bos itu yang dianggap sebagai gaji kamu sendiri. Namun, kamu sekarang telah menjadi serigala yang tak berhati nurani. Kamu, apakah kamu masih seorang manusia?
Di samping, tangisan MingCui telah berkucuran setelah mendengar cerita Pak Kades. Seketika tangisnya pun pecah dan semua unek-unek dalam hatinya ikut meledak keluar !
MingQiang hanya terdiam di tempat. Ternyata ini cerita aslinya.....
Apakah Anda menyukai artikel ini? Ayuk dishare sekarang juga~ Agar kita lebih menghargai usaha orang yang sangat mencintai kita.

Sumber : bldaily

http://www.cerpen.co.id/post_146623.html

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Seorang Kakak Rela Banting Tulang Selama 18 Tahun Demi Adiknya, Namun Pada Hari Pernikahaan Adiknya, Ia Malah Tak Di Undang. Alasannya Bikin Melonggo!